Kamis, 17 September 2015

37 TANDA HATI YANG TERPAUT KEPADA DUNIA


  1. Tidak segera bersiap-siap saat waktu shalat akan tiba.
  2. Melalui hari-hari tanpa sedikitpun membuka lembaran Al Quran karena terlalu sibuk.
  3. Terlalu sibuk memikirkan omongan orang lain tentang dirinya.
  4. Setiap waktu selalu berpikir bagaimana caranya agar hartanya semakin bertambah.
  5. Marah ketika ada yang memberi nasehat bahwa perbuatan yang dilakukan adalah haram.
  6. Terus menerus menunda berbuat baik.
  7. Selalu mengikuti perkembangan gadget terbaru dan berusaha memilikinya.
  8. Sangat tertarik dengan kehidupan para selebriti.
  9. Sangat kagum dengan gaya hidup orang kaya.
10. Ingin selalu menjadi pusat perhatian.
11. Selalu bersaing dengan orang lain untuk meraih cita-cita duniawi.
12. Selalu haus kekuasaan dan kedigdayaan hidup, dan perasaan itu tidak dapat dibendung.
13. Merasa tertekan ketika gagal meraih sesuatu.
14. Tidak merasa bersalah saat melakukan dosa-dosa kecil.
15. Tidak mampu segera berhenti berbuat yang haram, dan selalu menunda bertaubat kepada Allah.
16. Tidak kuasa berbuat sesuatu yang diridhoi Allah hanya karena perbuatan itu bisa mengecewakan orang lain.
17. Sangat perhatian terhadap harta benda yang ingin dimiliki.
18. Merencanakan kehidupan hingga terlalu jauh kedepan.
19. Menjadikan aktifitas belajar agama sebagai pengisi waktu luang saja.
20. Memiliki teman-teman yang tidak bisa mengingatkannya kepada Allah.
21. Menilai orang lain berdasarkan status sosialnya di dunia.
22. Melalui hari-hari tanpa sedikitpun terbersit memikirkan  kematian.
23. Meluangkan banyak waktu sia-sia untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat bagi kehidupan akhirat.
24. Merasa sangat malas dan berat mengerjakan suatu ibadah.
25. Tidak kuasa mengubah gaya hidup foya-foya walaupun tahu bahwa Allah tidak menyukainya.
26. Senang berkunjung ke negeri-negeri kafir.
27. Dinasihati bahaya harta riba, beralasan sebagai cara bertahan dari kesulitan kekonomi.
28. Ingin menikmati hidup ini sepuas-puasnya.
29. Sangat perhatian dengan penampilan fisik.
30. Meyakini bahwa hari kiamat masih lama.
31. Bila melihat orang lain meraih sesuatu, ingin meraihnya juga.
32. Ikut menguburkan orang lain yang meninggal, tetapi tidak memetik pelajaran dari kematian tersebut.
33. Ingin semua yang diharapkan di dunia terkabul.
34. Mengerjakan sholat dengan tergesa agar bisa segera melanjutkan pekerjaan.
35. Tidak pernah berpikir hari ini bisa jadi hari terakhirnya di dunia.
36. Merasa mendapat ketenangan hidup dari berbagai kemewahan, bukan dari mengingat Allah.
37. Berdoa agar bisa masuk sorga namun tidak sepenuh hati seperti saat meminta kenikmatan dunia.
-- Sumber : Anonim --

Rabu, 16 September 2015

MAKNA TEMBANG “GUNDUL-GUNDUL PACUL”


Tembang ini diciptakan tahun 1400-an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yang dalam dan sangat mulia.

Gundul adalah kepala plonthos tanpa rambut. Kepala adalah lambang kehormatan dan kemuliaan seseorang. Rambut adalah mahkota, lambang keindahan kepala. Jadi gundul adalah kehormatan tanpa mahkota.

Pacul adalah cangkul, yaitu alat petani yang terbuat dari lempeng besi segi empat. Jadi pacul adalah lambang kawula rendah, kebanyakan petani.  Gundul pacul artinya adalah bahwa seorang pemimpin sesungguhnya bukanlah orang yang diberi mahkota, tetapi dia diberi pacul untuk mencangkul, mengupayakan kesejahteraan untuk rakyatnya/orang banyak.

Orang Jawa mengatakan pacul adalah papat kang ucul (4 yang lepas). Kemuliaan seseorang tergantung 4 inderanya, yaitu bagaimana menggunakan mata, hidung, telinga dan mulutnya, sebagai berikut : (1) Mata digunakan untuk melihat kesulitan rakyat/masyarakat/orang banyak; (2) Telinga digunakan untuk mendengar nasehat; (3) Hidung digunakan untuk mencium wewangian kebaikan; dan (4) Mulut digunakan untuk berkata adil.  Jika 4 hal itu lepas, maka lepaslah kehormatannya.

Dengan demikian, makna tembang “Gundul-Gundul Pacul” adalah :

-- GUNDUL-GUNDUL PACUL-CUL : jika orang yang kepalanya sudah kehilangan 4 indera diatas, (maka meng-akibatkan , …..);

-- GEMBELENGAN : congkak, besar kepala, sombong dan bermain-main dalam menggunakan kehormatannya;

-- NYUNGGI-NYUNGGI WAKUL-KUL : menjunjung amanah rakyat/orang banyak, (dengan cara …..);

-- GEMBELENGAN : sombong dan main-main, (maka akhirnya …..);

-- WAKUL NGGLIMPANG : amanah jatuh,  tidak bisa dipertahankan, (akibatnya …..);

-- SEGANE DADHI SAK LATAR : berantakan, sia-sia, tak bermanfaat bagi kesejahteraan orang banyak.

Semoga bermanfaat sebagai bahan instropeksi diri........

-- Sumber : Anonim --

Selasa, 15 September 2015

KEUTAMAAN TANGGAL 1 s/d 10 DZULHIJJAH



-- 1 Dzulhijjah
Allah mengampuni dosa Nabi Adam As, barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah mengampuni semua dosa-dosanya.

-- 2 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Yunus As, pada waktu itu beliau dikeluarkan dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu, seakan beribadah dalam 1 tahun penuh tidak pernah berbuat ma'siat dalam ibadahnya sekejap mata.

-- 3 Dzulhijjah
Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria (ingin punya anak), barang siapa berpuasa pada hari itu Allah mengabulkan doa-doanya.

-- 4 Dzulhijjah
Dilahirkannya Nabi Isa As, barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah akan menghilangkan kesusahan dan kejahilan, maka pada hari qiamat nanti akan berkumpul bersama orang-orang baik dan orang alim mu'min.

-- 5 Dzulhijjah
Dilahirkannya Nabi Musa As, barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah akan bebaskan dari sifat munafik dan azab qubur.

-- 6 Dzulhijjah
Allah membukakan kepada nabi-nabinya kebaikan, barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah memandang kepadanya dengan kasih sayang.

-- 7 Dzulhijjah
Ditutupnya pintu-pintu neraka, barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah tutup baginya 30 pintu kesusahan dan dibuka 30 pintu kemudahan.

-- 8 Dzulhijjah
Hari Tarwiyah, barang siapa berpuasa pada hari itu, Allah berikan ganjaran yang tidak kita ketahui kecuali Allah.

-- 9 Dzulhijjah
Hari Arafah, barang siapa berpuasa pada hari itu, menjadi penghapus dosa 1 tahun dosa terdahulu dan 1 tahun dosa kemudian (yang akan datang).

-- 10 Dzulhijjah
Hari Qurban, barang siapa mendekatkan diri dengan berqurban, dari tetesan darah yang pertama, Allah mengampuni dosa dan dosa-dosa keluarganya, barang siapa memberi makan pada orang mu'min atau memberi shadaqah kepadanya, Allah akan membangkitkannya pada hari qiamat dengan selamat, aman, dan timbangan amal baiknya lebih berat dari gunung uhud.

-- Sumber : Anonim --

Senin, 14 September 2015

MAKNA TEMBANG “CUBLAK-CUBLAK SUWENG”


Syair tembang  “Cublak-Cublak Suweng” adalah sebagai berikut :

Cublak-cublak suweng,
Suwenge teng gelenter,
Mambu ketundhung gudel,
Pak gempong lera-lere,
Sopo ngguyu ndhelikake,
Sir-sir pong dele kopong,
Sir-sir pong dele kopong,
Sir-sir pong dele kopong.  

Tembang “Cublak-Cublak Suweng” tersebut adalah lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442 M), berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yang sarat makna tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia. Adapun makna selengkapnya adalah sebagai berikut :

-- CUBLAK-CUBLAK SUWENG,
Artinya tempat suweng. Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu suweng (suwung, sepi, sejati) atau harta sejati.  

-- SUWENGE TING GELENTER,
Artinya suwengnya berserakan. Harta sejati itu berupa kebahagiaan sejati yang sebenarnya sudah ada dan berserakan di sekitar manusia.  

-- MAMBU KETUNDHUNG GUDEL,
Mambu (baunya) ketundhung (dituju) gudel (anak kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan dengan gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi, dan keserakahan, maksud tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati.  

-- PAK GEMPONG LERA-LERE,
Pak gempong (bapak ompong) lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan harta sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

-- SOPO NGGUYU NDHELIKAKE,
Sopo ngguyu (siapa tertawa) dhelikake (menyembunyikan). Menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan tempat harta sejati atau kebahagian sejati. Dia orang yang tersenyum berserah diri dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.  

-- SIR-SIR PONG DELE KOPONG,
Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong, tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk dapat menemukan tempat harta sejati (cublak suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut yang melekat pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum berserah diri, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam sir-nya (hati nuraninya).

Kesimpulan pesan moral dari lagu “Cublak Suweng” adalah : “Untuk mencari harta kebahagiaan sejati, manusia jangan menuruti hawa nafsunya sendiri atau serakah, tetapi semuanya harus dikembalikan untuk mengikuti hati nuraninya yang suci, sehingga harta atau kebahagiaan itu bisa melimpah menjadi berkah bagi siapa saja (orang-orang di sekitarnya)”.

-- Sumber : Anonim --